Pada bulan September 2022, Universitas Islam Makassar (UIM) menjadi tuan rumah Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) II yang diikuti oleh 108 mahasiswa dari seluruh penjuru Indonesia. Kehadiran mereka di UIM menambah warna dan semangat baru dalam kehidupan kampus. Saya berkesempatan ikut menjemput mereka di bandara dan tentu saja bersama dosen modul nusantaranya. Namun, saat itu Makassar sedang dikepung oleh macet yang parah. Jalanan di depan Perintis Kemerdekaan, jalan utama di kota Makassar, ditutup oleh mahasiswa Universitas Hasanuddin yang melakukan aksi penolakan kenaikan harga bahan bakar. Kami yang berada di mobil terpaksa harus menunggu beberapa jam hingga jalan mulai longgar, bahkan beberapa mobil yang lain mesti memarkir. Meskipun begitu, kedatangan para mahasiswa dari seluruh Indonesia membawa banyak kebahagiaan dan semangat baru di kampus. Mereka berasal dari berbagai universitas dan daerah yang berbeda-beda, mulai dari Aceh hingga Papua. Bagi sebagian dari mereka, PMM I...